
Teknologi Pembelajaran di Era AI dan Disrupsi Digital: Teori, Desain, dan Implementasi di Pendidikan Tinggi
Rp125000.00Rp90000.00
Penulis : Nur hafsah Yunus Dkk
Tahun rerbit : April 2026
ISBN : dalam proses
Editor : Dr. Andi Maulana, M.Si
Desain Kover : Asri, S.K.M., M.Kes
Layouter : Ratnawati, S.Pd
Penerbit : CV. Cemerlang Publishing
Ukuran Ketebalan : 15 X 23 CM :
Redaksi:
Hp. 085145459727
Email: aconasir@mail.unasman.ac.id
Web: https://www.cvcemerlangpublishing.com
Cetakan Pertama: April 2026
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit.
Pratinjau Ebook_Pdf
Sinopsis
Buku ini menghadirkan kajian komprehensif mengenai transformasi teknologi pembelajaran di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan disrupsi digital, dengan pendekatan yang integratif antara landasan teoritis, desain instruksional, serta implementasi praktis di pendidikan tinggi. Disusun secara sistematis, buku ini tidak hanya membahas perkembangan teknologi sebagai alat, tetapi juga sebagai disiplin ilmu yang memiliki fondasi epistemologis, paradigma, serta implikasi strategis dalam dunia pendidikan modern.
Pada bagian awal, buku ini menguraikan landasan epistemologis teknologi pembelajaran, mulai dari definisi, ruang lingkup, hingga posisi teknologi pembelajaran sebagai ilmu mandiri. Pembaca diajak memahami bagaimana disrupsi digital telah mengubah cara pengetahuan diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi dalam konteks pendidikan tinggi. Pergeseran paradigma dari behavioristik menuju paradigma digital menjadi titik penting dalam memahami transformasi pembelajaran kontemporer.
Selanjutnya, buku ini membahas evolusi teori belajar, dari behaviorisme dan kognitivisme menuju konstruktivisme dan konektivisme. Pembahasan ini menegaskan bahwa pembelajaran di era digital tidak lagi berpusat pada individu semata, tetapi juga pada jaringan pengetahuan yang dinamis dan terhubung. Konektivisme diposisikan sebagai teori yang relevan dalam menjelaskan bagaimana mahasiswa belajar melalui interaksi digital, media sosial, dan ekosistem teknologi.
Dalam aspek desain pembelajaran, buku ini mengkaji secara mendalam teori beban kognitif (Cognitive Load Theory/CLT) dan implikasinya dalam pengembangan multimedia pembelajaran. Pembaca diberikan pemahaman tentang bagaimana merancang pesan instruksional yang efektif, efisien, dan tidak membebani kapasitas kognitif mahasiswa, terutama dalam konteks e-learning dan Learning Management System (LMS).
Buku ini juga mengangkat peran penting learning analytics sebagai pendekatan berbasis data dalam personalisasi pembelajaran. Dengan memanfaatkan data aktivitas belajar mahasiswa, institusi pendidikan dapat merancang intervensi yang lebih tepat, adaptif, dan berbasis bukti (evidence-based learning). Namun, penggunaan data ini juga disertai dengan pembahasan kritis mengenai risiko, etika, dan privasi.
Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada pembahasan tentang Artificial Intelligence (AI) generatif, termasuk transformasi peran dosen di era AI. Kehadiran teknologi seperti ChatGPT tidak hanya mengubah cara mahasiswa belajar, tetapi juga menuntut dosen untuk beradaptasi sebagai fasilitator, kurator pengetahuan, dan pembimbing etika akademik. Isu integritas akademik, plagiarisme digital, dan etika penggunaan AI dibahas secara kritis dan kontekstual.
Selain itu, buku ini mengeksplorasi teknologi pembelajaran imersif seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan metaverse sebagai ekosistem pembelajaran masa depan. Teknologi ini menawarkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan mendalam, meskipun tetap memiliki keterbatasan dalam hal akses dan implementasi.
Dalam konteks sosial dan kebijakan, buku ini mengkaji isu etika digital, literasi data, serta kesenjangan digital dalam pendidikan tinggi. Pembahasan ini menekankan pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, aman, dan berkeadilan, terutama dalam menghadapi ketimpangan akses teknologi.
Keunikan buku ini semakin terlihat pada pembahasan khusus mengenai integrasi teknologi dalam pendidikan Islam (PTKI). Pada bagian ini, teknologi tidak hanya dipandang sebagai alat modernisasi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai keislaman. Pembahasan meliputi integrasi nilai dan teknologi, penguatan moderasi beragama, transformasi digital di PTKI, hingga tantangan adopsi teknologi di pesantren. Selain itu, buku ini juga menawarkan model integrasi teknologi dengan nilai tradisional, sehingga pendidikan Islam tetap relevan tanpa kehilangan identitasnya.
Secara keseluruhan, buku ini memberikan perspektif holistik tentang teknologi pembelajaran di era AI, dengan menggabungkan dimensi teoritis, praktis, dan kontekstual. Buku ini sangat relevan bagi dosen, peneliti, mahasiswa, serta praktisi pendidikan yang ingin memahami dan mengimplementasikan teknologi pembelajaran secara kritis, inovatif, dan beretika.
Dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis kajian mutakhir, buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai akademik dan, dalam konteks tertentu, nilai-nilai keagamaan.
