
Nilai-Nilai Pappasang Mandar sebagai Landasan Pendidikan Politik Generasi Muda di Era Digital
Rp120000.00Rp90000.00
Penulis : Ahmad Al Yakin, Rustam, Nur Fitra
Tahun rerbit : Agustus 2026
ISBN : dalam proses
Editor : Dr. Muthmainnah, S.Pd.I., M.Pd
Desain Kover : Asri, S.K.M., M.Kes
Layouter : Ratnawati, S.Pd
Penerbit : CV. Cemerlang Publishing
Ukuran
Ketebalan : 15 X 23 CM
: 187
Redaksi:
Hp. 085145459727
Email: aconasir@mail.unasman.ac.id
Web: https://www.cvcemerlangpublishing.com
Cetakan Pertama: Agustus 2026
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit.
SINOPSIS
Di tengah arus deras transformasi digital, generasi muda dihadapkan pada disrupsi informasi yang kompleks. Kehadiran media sosial dan platform siber memang membuka ruang partisipasi publik yang luas, namun di saat yang sama memicu maraknya disinformasi (hoaks), polarisasi sosial-politik, perundungan siber (cyberbullying), kebisingan komentar tanpa etika, hingga tergerusnya keadaban komunikasi. Pendidikan politik dan literasi siber modern kerap kali hanya berfokus pada ranah prosedural serta teknis perundang-undangan, sehingga kehilangan pijakan moral dan karakter yang mengakar pada identitas budaya.
Buku Nilai-Nilai Pappasang Mandar sebagai Landasan Pendidikan Politik Generasi Muda di Era Digital hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Buku ini menggali kembali khazanah kearifan lokal Pappasang Mandar—sebuah tatanan petuah dan filosofi hidup masyarakat Mandar, Sulawesi Barat—lalu mentransformasikannya menjadi kerangka etika publik dan kompas moral yang sangat aktual bagi warga digital (cyber citizens) modern.
Pembahasan dalam buku ini disusun secara sistematis dan komprehensif ke dalam tujuh bab utama:
· Landasan Teoretis dan Konseptual: Diawali dengan penggalian filosofis mengenai asal-usul, fungsi sosial, dan kedudukan Pappasang dalam tatanan kebudayaan Nusantara.
· Sembilan Pilar Nilai Utama Pappasang: Menguraikan secara mendalam sembilan nilai etis pembentuk karakter:
1. Madoro’ (Integritas dan kejujuran informasi),
2. Sipakainga’ (Koreksi santun dan kesadaran saling mengingatkan),
3. Malaqbiq (Kehormatan dan keadaban dalam berkomunikasi),
4. Sipakaraya (Toleransi, inklusivitas, dan perayaan perbedaan),
5. Sa’bar (Pengendalian diri dari provokasi digital),
6. Sibaliparri’ (Gotong royong dan tanggung jawab sosial kolektif),
7. Sipakatau (Pemuliaan kesetaraan dan martabat kemanusiaan),
8. Molimbo-limbo (Musyawarah inklusif dan demokrasi deliberatif),
9. Siri’ anna lokko (Rasa malu sosial, kontrol etis, dan penjagaan rekam jejak digital).
· Relevansi dan Aktualisasi Digital: Menunjukkan aplikasi praktis nilai-nilai tradisi dalam merespons isu-isu siber kekinian melalui eksegesis teks, analisis kasus hoaks, simulasi musyawarah siber, kampanye media digital, hingga kerangka introspeksi diri (self-assessment).
Dengan gaya penulisan yang akademis namun komunikatif (scholarly-popular), buku ini terlepas dari belenggu diksi persekolahan yang kaku, menjadikannya rujukan yang sangat fleksibel. Buku ini tidak hanya ditujukan bagi akademisi, peneliti budaya, dan pendidik, tetapi juga bagi pegiat literasi digital, aktivis kepemudaan, pemerhati kebudayaan, serta masyarakat umum yang merindukan peradaban siber yang jujur, adil, santun, dan bermartabat.
Pappasang Mandar membuktikan bahwa warisan budaya lokal bukanlah suara dari masa lalu yang usang, melainkan jembatan etis menuju masa depan peradaban digital yang berkeadaban.
