Cara Membuat Anggaran Rumah Tangga Sederhana

Pelajari cara membuat anggaran rumah tangga sederhana agar gaji Anda tidak hanya lewat. Temukan tips dan trik untuk mengelola keuangan dengan bijak dan efektif.

KEUANGAN

2/10/20262 min read

photo of white staircase
photo of white staircase

Pernah merasa gaji datang cuma buat numpang lewat? Baru tanggal 5, eh dompet sudah menjerit. Padahal, kalau dipikir-pikir, kebutuhan tidak terlalu banyak, tapi entah kenapa uang terasa hilang begitu saja. Nah, salah satu cara paling sederhana untuk mengatasi ini adalah dengan membuat anggaran rumah tangga.

Tenang, membuat anggaran itu bukan cuma buat orang yang jago matematika atau pekerja kantoran. Siapa pun bisa membuatnya. Bahkan dengan cara paling sederhana sekalipun. Yang penting adalah konsisten.

Artikel ini akan membahas cara membuat anggaran rumah tangga yang simpel, nonribet, dan cocok untuk siapa saja yang ingin hidup lebih teratur secara finansial.

1. Kenapa Perlu Anggaran Rumah Tangga?

Anggaran itu ibarat peta. Tanpa peta, kita mudah tersesat — termasuk tersesat secara finansial.

Beberapa alasan kenapa anggaran itu penting:

Menghindari pengeluaran berlebihan

Bisa menentukan prioritas dengan jelas

Bisa menyiapkan tabungan dan dana darurat

Mempermudah mencapai tujuan jangka panjang

Meminimalkan stres karena uang

Singkatnya, anggaran itu seperti “rem” supaya tidak kebablasan.

2. Langkah Pertama: Kenali Pendapatanmu Secara Jujur

Langkah pertama adalah mengetahui pendapatan bulanan. Bukan pendapatan “seharusnya”, tapi pendapatan sebenarnya.

Contoh ilustrasi:

 Gaji pokok: Rp4.500.000

 Tunjangan: Rp500.000

 Honor tambahan (les, freelance): Rp1.000.000

 Total pendapatan: Rp6.000.000

Catat semuanya. Jangan hanya mengira-ngira. Karena kesalahan paling awal biasanya terjadi saat kita menganggap pendapatan lebih besar daripada realitanya.

3. Catat Semua Pengeluaran (Termasuk yang Kecil-Kecil)

Jangan menyepelekan pengeluaran kecil. Kadang justru pengeluaran kecil itulah yang membuat anggaran berantakan.

Contoh pengeluaran kecil yang sering luput:

 Kopi Rp10.000

 Jajan gorengan Rp5.000

 Pulsa darurat Rp10.000

 Parkir Rp2.000

 Jajan online “cuma Rp20.000”

Kelihatannya tidak seberapa, tapi kalau dikumpulkan bisa mencapai ratusan ribu sebulan.

4. Kelompokkan Pengeluaran ke Dalam Kategori

Untuk memudahkan, jadikan beberapa kategori utama:

1) Kebutuhan Pokok

Makan

 Gas

 Listrik

 Air

 Sembako

 Transportasi

2) Kewajiban Bulanan

Cicilan (jika ada)

 Iuran sekolah anak

 Tagihan internet

 Asuransi

3) Tabungan dan Dana Darurat

Idealnya 10–20% dari pendapatan.

4) Pengeluaran Lain-lain

Hiburan

 Jajan

 Beli skincare

 Nongkrong Kategori ini harus dibatasi.

Dengan kategori seperti ini, kamu bisa tahu bagian mana yang terlalu besar dan mana yang masih bisa dikendalikan.

5. Gunakan Rumus 50-30-20 (Atau Versi Sederhanamu)

Rumus ini sering dipakai banyak orang karena simple.

50% untuk kebutuhan

Misalnya:

 Makan

 Tagihan

 Transportasi

30% untuk keinginan

Beli baju

 Nongkrong

 Hiburan

 Kopi kekinian

20% untuk tabungan

Dana darurat

 Investasi kecil-kecilan

Ilustrasi sederhana (dari pendapatan Rp6.000.000): Kategori

Jumlah

50% Kebutuhan

Rp3.000.000

30% Keinginan

Rp1.800.000

20% Tabungan

Rp1.200.000